Menu Blog

Favorit Saya

Tampilkan postingan dengan label garuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label garuda. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Wow RI Banyak Borong Pesawat Asal Perancis





Jakarta - Ekspansi perusahaan penerbangan Indonesia rupanya meningkatkan impor pesawat dari Perancis hingga 7.877 persen pada bulan Mei 2012 ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), seperti dikutip detikFinance, Minggu (8/7/2012) impor kapal terbang dan bagiannya dari Perancis pada bulan Mei 2012 meningkat 7.877 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor tersebut meningkat dari US$ 909 ribu pada bulan April menjadi US$ 72,5 juta. Dengan demikian, total impor kapal terbang dari negeri tersebut dalam 5 bulan terakhir tahun ini mencapai US$ 187,7 juta.

Namun, peningkatan impor kapal terbang dari Perancis ini tidak diikuti dengan peningkatan impor dari negara pengekspor kapal terbang lainnya seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Jerman.

Pada bulan Mei ini, impor kapal terbang dari AS mengalami penurunan 12,37 persen dari US$ 315,9 juta pada bulan April turun menjadi US$ 276,8 juta. Dengan demikian, total impor kapal terbang dari negara Paman Sam ini dalam 5 bulan di tahun ini mencapai US$ 1,4 miliar.

Hal serupa juga terjadi dengan impor kapal terbang asal Inggris yang menurun 78,07 persen dari US$ 7,6 juta pada bulan April 2012 menjadi US$ 1,7 pada bulan Mei 2012. Penurunan ini menyebabkan total impor asal negara Ratu Elizabeth itu menjadi US$ 20 juta.

Begitu juga dengan impor kapal terbang dari Jerman yang menurun 92,38 persen dari US$ 47 juta pada bulan April menjadi US$ 3,6 juta pada bulan Mei. Dengan demikian, total impor kapal terbang dari negara tersebut sebesar US$ 51 juta.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia paling gencar membeli pesawat pabrikan Perancis. Salah satunya jenis Airbus dan ATR.

Read More »
09.17 | 0 komentar

Selasa, 11 September 2012

Mencengankan Maskapai Asing Cari Penerbang Asal Indonesia

pesawat terbang garuda indonesia
pesawat terbang garuda indonesia


Jakarta - Pemerintah terus mengembangkan sekolah khusus pilot guna mengantisipasi tingginya permintaan pilot di Asia Pasifik terutama Indonesia sendiri. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui permintaan akan pilot semakin meningkat seiring dengan tumbuhnya para penumpang pesawat terbang.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan mengungkapkan perusahaan penerbangan asing juga ramai-ramai mencari pilot asal Indonesia.

"Demand terhadap pilot memang tinggi. Bahkan asing-pun banyak yang mencari pilot asal Indonesia. Maka dari itu kita concern sejak dahulu melihat kasus ini," ungkap Bambang ketika berbincang dengan detikFinance melalui sambungan telepon, Senin (3/9/2012).

Dijelaskan Bambang, sekolah pilot sudah mulai berkembang baik dari pemerintah maupun pihak swasta. Pemerintah, lanjut Bambang telah menyiapkan beberapa sekolah khusus pilot di berbagai daerah.

"Kita baru buka di Banyuwangi nanti ada juga sampai di Papua," terangnya.

Menurut Bambang yang menjadi permasalahan lain adalah sumber daya manusia (SDM) sendiri yang memang belum mampu masuk kriteria calon pilot. Dijelaskan Bambang, dari 900 pendaftar masuk sekolah pilot hanya 60 yang lulus.

"Secara kapasitas mumpuni, tetapi ternyata banyak yang gagal pada tes bakat bukan tes pengetahuan umum. Tes bakat itu seperti soal kematangan jiwa dan psikologis diri," tuturnya.

Lebih jauh Bambang menjelaskan, pertumbuhan pengguna moda transportasi pesawat terbang ini dari tahun ke tahun semakin bertambah. Oleh karena itu, kebutuhan akan pesawat tambahan juga diperlukan.

"Makanya pilot itu penting. Karena pertumbuhan jumlah penumpang pesawat mencapai 12-19% per tahunnya dan hal ini berakibat pada pertumbuhan jumlah pesawat," jelas Bambang.

Sebelumnya, perusahaan pemasok dan pembuat pesawat terbang asal AS, Boeing mengungkapkan Asia Pasifik akan membutuhkan 185.600 pilot baru dan 243.500 teknisi hingga tahun 2030 nanti.

Asia Pasifik menjadi salah satu kawasan yang sektor aviasi alias penerbangannya tumbuh cukup pesat. Namun, permasalahannya adalah kawasan ini akan mengalami krisis pilot dan teknisi pesawat dalam satu dekade ke depan. Hal ini dikarenakan semakin terus berkembangnya perusahaan penerbangan dan modernisasi transportasi.


Read More »
08.00 | 0 komentar

Senin, 13 Agustus 2012

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, tepatnya pada periode 15-26 Agustus 2012, menambah kapasitas 20.484 kursi.

Pesawat Terbang Garuda Indonesia
Pesawat Terbang Garuda Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com — Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, tepatnya pada periode 15-26 Agustus 2012, menambah kapasitas 20.484 kursi.          

Demikian diinformasikan oleh Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto, Rabu (25/7/2012), di Jakarta.          

Rute penerbangan yang mendapatkan tambahan tempat duduk tersebut adalah rute Jakarta-Denpasar pergi-pulang (6.872 kursi) yang terbagi dalam 26 penerbangan tambahan, rute Jakarta-Singapura pp (8.260 kursi) yang terbagi dalam 28 penerbangan tambahan, rute Jakarta-Padang pp (3.484 kursi) yang terbagi dalam 26 penerbangan tambahan, dan Jakarta-Yogyakarta pp (1.872 kursi) yang terbagi dalam 12 penerbangan tambahan.          

"Garuda Indonesia saat ini belum menambah kapasitas ke rute-rute penerbangan ke Medan, Surabaya, Balikpapan, dan Palembang mengingat frekuensi penerbangan ke kota-kota tersebut cukup tinggi (di atas 10 kali sehari). Permintaan yang ada masih dapat diakomodir dengan kapasitas yang tersedia saat ini," ujar Pujobroto.

Peningkatan kapasitas yang dilakukan Garuda Indonesia ke rute-rute yang mengalami peningkatan dilakukan dengan mengalihkan pengoperasian pesawat dari rute-rute yang tidak terlalu padat ke rute-rute yang mengalami peningkatan permintaan cukup besar.

Apabila selama periode H-7 sampai  H+7 tahun 2011 Garuda Indonesia menyiapkan 804.000 tempat duduk, pada periode yang sama tahun ini Garuda Indonesia menyiapkan 878.000 tempat duduk atau meningkat 74.000 tempat duduk.          

Selain itu,  Citilink—Strategic Business Unit Garuda—juga mengalami peningkatan kursi penerbangan reguler (selama periode H-7 sampai H+7 Lebaran tahun 2012) sebanyak 70.560 kursi dibandingkan dengan penerbangan tahun lalu. Jumlah produksi Citilink pada periode H-7 sampai H+7 tahun 2012 mencapai 176.400 tempat duduk, meningkat dari tahun 2011 yang sejumlah 105.840 tempat duduk.          

Dengan demikian, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, total peningkatan jumlah kursi yang disiapkan Garuda dan Citilink pada periode H-7 sampai H+7 Lebaran 2012 ini adalah 144.560 tempat duduk.          

Dalam mengantisipasi lonjakan arus penumpang selama periode libur sekolah dan Lebaran ini, Garuda membentuk Tim Pelaksana dan Pemantau Pelayanan Penumpang (TP-4) untuk memastikan peningkatan layanan bagi penumpang. Garuda Indonesia juga menerapkan kebijakan operasional "flexible response"—merespons berbagai perkembangan yang terjadi secara fleksibel, di mana perencanaan penambahan kapasitas kursi tersebut akan terus diikuti perkembangannya berdasarkan kondisi yang terjadi dan diputuskan sesegera mungkin secara "on the spot".

Read More »
08.00 | 0 komentar